Berita  

Diduga Banyak Kejanggalan di SMKN 1 Kota Binjai, Kepala Sekolah Sulit Ditemui Konfirmasi Dana BOS

Binjai, Sumatera Utara — dstvnews.com/ Keberadaan Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Binjai, Safaruddin, menjadi sorotan publik. Pasalnya, sudah dua kali wartawan mencoba melakukan konfirmasi terkait penggunaan anggaran Dana BOS tahun 2024 dan 2025, namun Safaruddin sulit ditemui dan terkesan menghindar. Rabu 29/10/2025

Dari hasil pantauan di lapangan, dua wakil kepala sekolah yakni Aseh dan Fajaruddin, ketika dikonfirmasi tidak mampu memberikan penjelasan rinci terkait alokasi Dana BOS mulai dari poin 1 hingga 10, maupun jumlah tenaga honor dan besaran uang sekolah.
“Tidak tahu, nanti saja tanya langsung ke kepala sekolah,” ujar keduanya singkat, seolah menutup informasi.

Jumlah siswa SMKN 1 Kota Binjai diketahui mencapai 1.042 orang, namun hingga kini tidak ada kejelasan transparansi penggunaan dana yang seharusnya digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan tersebut.

Selain itu, kondisi di lapangan juga menunjukkan adanya dugaan nepotisme dalam pengelolaan sekolah. Seorang satpam yang sudah berusia lanjut dan tidak memiliki sertifikat keamanan justru menjadi penghalang setiap kali wartawan hendak menemui kepala sekolah.
Setiap tamu harus melalui satpam terlebih dahulu, bahkan kepala sekolah terkesan arogan ketika dikonfirmasi langsung, dengan jawaban yang berbelit dan tidak jelas.

Ironisnya, saat dihubungi melalui nomor WhatsApp, Safaruddin tidak pernah mengangkat telepon maupun membalas pesan. Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya upaya menutupi sesuatu di tubuh SMKN 1 Kota Binjai, terutama terkait pengelolaan Dana BOS.

Publik pun mulai bertanya-tanya: mengapa wakil kepala sekolah tidak mengetahui rincian keuangan sekolah? Dan mengapa kepala sekolah selalu beralasan keluar kota atau rapat, setiap kali hendak dikonfirmasi?

Dengan berbagai kejanggalan tersebut, diduga kuat Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Binjai, Safaruddin, telah melakukan penyimpangan dalam penggunaan Dana BOS.
Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dan Gubernur Sumatera Utara diminta segera menindak tegas Safaruddin, yang terkesan menghindar dari tanggung jawab dan tugas di jam kerja.


Romson nainggolan,Amd.