Langkat – dstvnews.com /
Aktivitas tambang galian C di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, aktivitas tersebut diduga menjadi penyebab utama rusaknya infrastruktur jalan desa yang selama ini digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, Senin (20/4/2026).
Kondisi jalan yang sebelumnya layak dilalui kini berubah menjadi rusak parah, berlubang, dan berlumpur, terutama saat musim hujan. Hal ini membuat mobilitas warga terganggu dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, MS, mengaku sangat resah dengan aktivitas tambang tersebut. Ia menyebutkan bahwa truk-truk pengangkut material kerap melintas dengan muatan berat, sehingga mempercepat kerusakan jalan.
“Kami sangat terganggu. Jalan jadi hancur, berdebu saat panas dan becek saat hujan. Kami menduga aktivitas ini juga dibekingi oleh oknum tertentu sehingga tetap berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.
Warga juga menduga tambang galian C tersebut beroperasi secara ilegal karena tidak terlihat adanya papan informasi perizinan di lokasi. Meski demikian, aktivitas penambangan terkesan bebas beroperasi tanpa adanya tindakan tegas dari aparat pemerintah setempat.
Awak media yang mencoba melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait mengaku belum mendapatkan jawaban yang jelas. Aparat pemerintah setempat terkesan menghindar dan belum memberikan tanggapan resmi terkait keberadaan tambang tersebut.
Selain itu, dugaan adanya pembiaran dari aparat penegak hukum turut mencuat. Awak media mengaku telah berulang kali mencoba mengonfirmasi pihak Polres Binjai melalui pesan singkat, namun hingga saat ini belum ada respon maupun langkah konkret yang terlihat di lapangan.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Warga menilai seolah-olah hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya di wilayah mereka.
Masyarakat Desa Mekar Jaya berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup serta pihak kepolisian Sumatera Utara, dapat segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Mereka juga meminta agar aktivitas tambang galian C yang diduga ilegal tersebut segera dihentikan dan oknum-oknum yang terlibat ditindak sesuai hukum yang berlaku.
“Kami hanya ingin lingkungan kami kembali aman dan jalan bisa digunakan dengan baik. Jangan sampai kami terus dirugikan,” harap salah satu warga.
(As 01)






