Deli Serdang – dstvnews.com
Aksi unjuk rasa yang sebelumnya direncanakan oleh Aliansi Pemuda Anti Nepotisme Sumatera Utara (APAN-SU) pada Jumat, 24 April 2026, memicu tanda tanya di tengah masyarakat.
Dalam surat pemberitahuan resmi yang disampaikan kepada Kapolsek Tanjung Morawa melalui Kanit Intelkam, APAN-SU menyatakan akan menggelar aksi damai dengan estimasi peserta sekitar 50 orang. Aksi tersebut membawa isu dugaan maraknya praktik perjudian jenis tebak nomor (togel) di wilayah Kabupaten Deli Serdang.
Dalam dokumen tersebut, APAN-SU juga mengungkap dugaan keterlibatan seorang berinisial DB, warga Titi Pentol, Desa Tanjung Morawa A, yang disebut-sebut berperan sebagai koordinator lapangan praktik perjudian di Kecamatan Tanjung Morawa, yang diduga berkaitan dengan bandar besar berinisial AK. Selain itu, mereka turut mendesak Kapolresta Deli Serdang dan Kapolda Sumatera Utara untuk menindak tegas oknum aparat yang diduga melakukan pembiaran atau terlibat dalam aktivitas perjudian di wilayah hukum Polresta Deli Serdang.
Namun, realisasi di lapangan justru jauh dari rencana. Aksi yang diharapkan diikuti puluhan massa tersebut hanya dihadiri oleh sekitar tiga orang peserta.

Situasi di lokasi juga terlihat tidak seperti aksi unjuk rasa pada umumnya. Sejumlah personel Polsek Tanjung Morawa yang tengah bertugas tampak keluar dari kantor dan berinteraksi santai dengan para peserta aksi. Bahkan, kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara aparat kepolisian dan peserta aksi di depan pintu masuk Mapolsek Tanjung Morawa.
Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Aksi yang semestinya menjadi sarana penyampaian aspirasi dan kontrol sosial terhadap dugaan praktik ilegal, dinilai tidak menunjukkan tekanan atau tuntutan yang kuat kepada aparat penegak hukum.
Beberapa pertanyaan pun mengemuka, di antaranya terkait jumlah massa yang tidak sesuai dengan pemberitahuan awal, suasana aksi yang terkesan cair tanpa penyampaian tuntutan secara tegas, hingga dugaan bahwa kegiatan tersebut hanya bersifat simbolik.
Kapolsek tanjung morawa Akp Jonni Damanik Ketika di kompirmasi mengatakan,” kami telah
Melayani dengan humanis, aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib ujarnya, namun ketika di kompirmasi tentang tindak lanjut penanganan judi di tanjung morawa, kapolsek tanjung morawa belum menjawab hingga berita ini di terbitkan,
Masyarakat berharap adanya klarifikasi terbuka serta komitmen serius dari seluruh pihak, baik kelompok masyarakat sipil maupun aparat penegak hukum, agar isu dugaan praktik perjudian tidak berhenti pada wacana semata, melainkan ditindaklanjuti secara transparan dan profesional.
(Tim)












