Langkat, Sei Bingei – dstvnews.com /
Aksi teror, intimidasi, dan pengancaman kembali dialami Malem Bru Sembiring, warga Dusun Namorambe, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Kamis (21/5/2026).
Korban mengaku mengalami ketakutan hingga terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya demi menghindari ancaman dari sekelompok pria yang diduga terkait salah satu oknum anggota organisasi kepemudaan (OKP).
Menurut keterangan Malem Bru Sembiring, rangkaian intimidasi tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan hingga kini belum menemukan penyelesaian. Bahkan, laporan sebelumnya yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian disebut masih dalam proses penanganan.
Peristiwa terbaru terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Malem Bru Sembiring mengaku didatangi seorang pria yang diduga merupakan anggota OKP. Pelaku disebut datang sambil marah-marah dan melakukan intimidasi di sekitar rumah korban.
“Karena takut dan merasa terancam, saya memilih pergi mengungsi dan tidur di rumah keluarga di Desa Namukur Utara. Saya tidak berani pulang malam itu,” ujar Malem Bru Sembiring kepada wartawan.
Keesokan harinya, saat kembali ke rumahnya, korban kembali bertemu dengan kelompok yang diduga melakukan intimidasi tersebut. Karna rumah salah satu ketua kelompok itu diketahui berada tidak jauh dari kediaman korban.
Malem Bru sembiring menuturkan, tanpa alasan yang jelas dirinya tiba-tiba dibentak dan dilempari batu hingga mengenai sepeda motor miliknya.
“Saya dibentak-bentak dan dilempar batu. Batu itu mengenai sepeda motor saya. Saya benar-benar merasa terancam,” ungkapnya.
Merasa keselamatan dirinya dan keluarga tidak lagi aman, Malem Bru Sembiring yang didampingi Arihta Sembiring, langsung membuat laporan pengaduan ke Polsek Sei Bingei.
Dalam laporannya, korban meminta pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Korban juga mengeluhkan lambannya proses penyelesaian laporan di polsek sei bingai karna sebelumnya korban juga telah membuat lapora di Polsek Sei Bingei dan hingga kini masih berstatus proses penyelidikan.
Malem Bru sembiring berharap pihak kepolisian dapat memberikan perlindungan dan rasa aman kepada dirinya serta keluarganya.
“Saya berharap polisi segera menindaklanjuti kasus ini, karena saya benar-benar takut terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Sementara itu, pihak Polsek Sei Bingei membenarkan adanya laporan terkait dugaan teror dan pengancaman tersebut. Polisi menyebut kasus saat ini masih dalam tahap pendalaman, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi sebelum dan sesudah peristiwa terjadi.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan meminta para pihak untuk bersabar. Kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar pihak kepolisian.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di sekitar lokasi kejadian disebut masih dalam pemantauan aparat kepolisian guna mengantisipasi terjadinya konflik lanjutan.
(AS)












