Meresahkan!, Proyek Rp3,7 Miliar Deli Serdang Ganggu Kenyamanan Lansia

Deli Serdang — dstvnews.com /
Proyek milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang senilai Rp3,7 miliar dikeluhkan warga. Getaran kuat dari alat berat saat pengerjaan jalan di Gang Langgar, Dusun II, Desa Dalu Sepuluh A, Kecamatan Tanjung Morawa, membuat seorang warga lanjut usia (lansia) harus diungsikan.

Warga terdampak, Imah (74), terpaksa dievakuasi menggunakan kursi roda ke luar rumah karena getaran alat berat beroperasi hanya berjarak ±1 meter dari dinding rumahnya.

“Pagi tadi getarannya sangat kuat. Kami takut rumah ini roboh. Emak saya lansia dan sedang sakit, jadi kami ungsikan ke rumah sebelah,” ujar Ani, putri ketiga Imah, menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan penelusuran di lapangan, getaran tersebut timbul dari kegiatan penghancuran beton jalan oleh pelaksana CV Baik Budi. Proyek menggunakan alat berat backhoe loader seberat 6 ton, bukan bor beton, sehingga dampak getaran dirasakan lebih besar.

Dyrwan (40), putra kedua Imah, mengaku sebelumnya tidak ada pemberitahuan akan ada pelaksanaan proyek tersebut, kendati sudah mengingatkan pihak pelaksana sejak awal proyek dimulai Kamis, 21/8/2026.

“Sejak awal kami tidak diberi tahu, alat berat udah masuk baru tahu, begitupun sudah saya ingatkan sebelum mereka memulai, getarannya mungkin berdampak. Tapi mereka bilang tidak akan ada getaran, dalihnya cuma alat pengeruk. Hari kedua saya ingatkan lagi karena pengerjaan makin dekat ke rumah,” katanya.

Dyrwan juga telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Dalu Sepuluh A dan Kepala Dusun II Gang Langgar. “Hari pertama saya sampaikan soal manfaat gorong-gorong, Kadus sempat turun. Tapi hari kedua dan ketiga saat saya sampaikan soal getaran, Kades maupun Kadus kurang merespons,” ungkap Dyrwan.

Pengawas CV Baik Budi, Jo, yang didampingi mandor Dito, menyatakan akan berkoordinasi dengan pemborong. “Nanti kami koordinasikan ke Pak Haji Sugeng, supaya penghancuran beton menggunakan alat bor beton,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu sore (22/8/2026).

Sementara itu, Kepala Desa Dalu Sepuluh A, Abu Khairi, saat dikonfirmasi via WhatsApp menyarankan menemui Kepala Dusun. Sementara Kadus II, Indra Saleh, melalui pesan WhatsApp mengaku masih ada kegiatan dan berjanji memberi kabar, namun hingga berita ini disusun tidak ada pesan lanjutan.

Kepala Dinas SDABMBK Deli Serdang, Janso Sipahutar, ketika dikomfirmasi membenarkan proyek tersebut milik dinasnya. “Iya (proyek dari dinas kami.red), kalau soal cara menghancurkan jalan beton memang tidak ada spesifikasi harus pakai alat apa, yang penting mana yang paling mudah. Tapi kalau ada masyarakat yang mengeluh, nanti bisa dialihkan, udah ya,” kata Janso terdengar tergesa-gesa menutup telponnya, Minggu sore (23/8/2026).

Perlu diketahui, sebagaimana keterangan tertulis di papan proyek, anggaran yang disediakan untuk pekerjaan ini sebesar Rp3.723.335.000,- bersumber dari APBD Deli Serdang 2026.

Dari pengamatan wartawan di lokasi, pola pengerjaan ini tahap awalnya melakukan pembongkaran jalan beton yang masih utuh lalu mengkeruk tanahnya dan menanamkan box beton gorong-gorong ke dalam tanah, infonya jalan yang dihancurkan tadi akan dicor kembali.

Pengerjaan ini dilakukan disepanjang ruas jalan Gang Langgar ±300 meter, lebar jalan saat ini ±2,5 meter, menurut kabar akan berlanjut ke Gang Subur.
(Ting)